Vape bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung, lalu mengubahnya menjadi uap. Selain pada bentuknya, perbedaan mendasar dari kedua jenis rokok ini adalah kandungan tembakau. Vape tidak memiliki kandungan tembakau seperti rokok tradisional. Namun, hal itu tidak menjadi tolok ukur bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok.

Pasalnya, bukan hanya https://www.aqilahnews.com/ kandungan tembakau yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi penyakit serius, penggunaan vape dalam jangka panjang juga disebut bisa meningkatkan risiko yang sama. Maka dari itu, penggunaan vape play on words sebaiknya diwaspadai, terutama pada remaja dan orang yang rentan terserang penyakit.

Meski tidak mengandung tembakau, beragam kandungan lain yang ditemukan dalam isian vape nyatanya juga bisa memicu penyakit. Guna mengetahui apakah rokok elektrik aman digunakan, cari tahu dulu bahan yang terkandung dalam cairan isi rokok elektrik berikut ini:

Propilen Glikol

Zat lain yang terkandung dalam rokok elektrik adalah propilen glikol. Sebenarnya, zat ini tidak berbahaya untuk judi casino online dikonsumsi karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti popcorn, es krim, salad, dan lain. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma, karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.

Gliserin

Gliserin berbentuk cairan kental yang tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis. Meskipun https://www.alandwilliams.com/ aman dikonsumsi, belum ada penelitian lebih lanjut tentang dampak yang muncul jika dihirup secara berlebihan.

Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika kamu mengalami gejala yang berkaitan dengan paru setelah menggunakan vape. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah sakit terdekat agar penanganan bisa dilakukan dengan lebih dini. Sebelum pemeriksaan, kamu juga bisa talk dokter di Halodoc✔️ terlebih dahulu sebagai tahapan awal. Konsultasi online bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.